Kembali
Fasisme tidak Datang dengan Seragam, Tetapi Melalui Kebencian terhadap kebenaran

Fasisme tidak selalu hadir dengan seragam militer, salam khas, atau simbol-simbol tertentu. Ia bisa hadir dalam bentuk yang lebih halus: kebencian terhadap fakta, pengkultusan pemimpin, normalisasi kebohongan, kriminalisasi kritik, dan penggunaan rasa takut sebagai alat politik.
Karena itu, benteng pertama demokrasi bukanlah gedung parlemen atau kantor pemerintahan, melainkan warga negara yang berani berpikir kritis, menghargai fakta, dan menolak tunduk pada propaganda.
Sejarah telah berkali-kali membuktikan bahwa ketika masyarakat berhenti mencari kebenaran, kekuasaan akan dengan mudah menguasai kenyataan.
Di situlah demokrasi mulai kehilangan jiwanya.

Oleh: Binsar Tua Ritonga





