Iklan
Kembali

Fasisme tidak Datang dengan Seragam, Tetapi Melalui Kebencian terhadap kebenaran

Bongkar Tanah Editor: 2 Minggu lalu Opini 167 views
Fasisme tidak Datang dengan Seragam, Tetapi Melalui Kebencian terhadap kebenaran

Data yang bertentangan dengan narasi resmi dianggap mengganggu. Penelitian dikritik bukan karena metodologinya, melainkan karena hasilnya. Pers kehilangan Independensi, Akademisi dicap berpihak, Aktivis diberi Stigma sebagai stabilitas. Setiap pemerintah yang cenderung otoriter memiliki satu kesamaan: Ketidak nyamanan terhadap Fakta. Ketika masyarakat tidak lagi mampu membedakan fakta dan opini, ruang publik berubah menjadi arena Propaganda. Di era media sosial, kondisi ini semakin berbahaya. Informasi tidak lagi dinilai berdasarkan kebenarannya, tetapi berdasarkan seberapa sering dibagikan, seberapa emosional isinya, atau siapa tokoh yang mengucapkan nya.

Politik Ketakutan Menggantikan Politik Gagasan, fasisme tumbuh subur ketika masyarakat dipenuhi rasa takut, Takut kehilangan Pekerjaan, takut berbeda pendapat, takut dikriminalisasi, takut dikucilkan. Dalam situasi penuh ketakutan, masyarakat cenderung menyerahkan kebebasannya kepada figur yang menjanjikan keamanan, meskipun harus dibayar dengan berkurangnya hak -hak sipil. Sejarah memperlihatkan bahwa banyak rezim otoriter memperoleh legitimasi bukan semata karena kekuatan senjata, melainkan karena masyarakat percaya hanya pemimpin yang kuat yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan bangsa. Padahal, Negara hukum dibangun bukan untuk bergantung pada satu orang, melainkan pada aturan yang berlaku sama bagi semua warga.

Artikel Terkait