Iklan
Kembali

ANJAMA BATU: Menjual Napas demi Sisa Bara, Tanpa Jaring Pengaman

Bongkar Tanah Editor: 4 Minggu lalu Opini, Pojok Warta 201 views
ANJAMA BATU: Menjual Napas demi Sisa Bara, Tanpa Jaring Pengaman

Bagian pertema dari liputan khusus yang dilakukan bongkartanah.com di samarinda Kalimantan timur secara panjang lebar sudah mengulas soal keajaiban ekonomi di bawah sadar yang selama puluhan tahun terselenggara di Sepanjang sungai mahakam, perputaran uang lebih 18 miliar rupiah sebulan dari kegiatan pengumpulan sisa – sisa batu bara yang tercecer di sungai. Sebuah ekosistem raksasa yang dijalankan oleh sekitar 200 kapal rakyat dan sedikitnya 800 pekerja, lalu tumbang dalam sekejap ketika pemerintah mulai mengetatkan tata kelola pertambangan dan mempersoalkan legalitas asal – usul material.

Yang tidak banyak diketahui oleh publik, ada satu segmen lain dari rantai ekonomi abu – abu ini yang bahkan lebih rentan, lebih tidak terlihat, dan secara kemanusiaan lebih berat: para pekerja pembersih tongkang batu bara di Samarinda. Mereka adalah pihak yang paling pertama menyentuh material batu bara setelah kapal – kapal raksasa itu sandar, sekaligus yang paling belakang dalam antrian pembagian hasil. Diantara tumpukan besi dan sisa-sisa bara hitam itulah, pada edisi kali ini, tim liputan menyelami kehidupan mereka : bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka hidup, dan bagaimana negara serta perusahaan hadir – atau justru absen di tengah mereka. Dengan mengedepankan data, peraturan yang berlaku, serta kondisi faktual di lapangan, berikut adalah hasil investigasi tim.

Gambaran umum ekosistem pembersih tongkang

Artikel Terkait