Iklan
Kembali

LAPORAN INVESTIGASI: Nyawa, Keringat, dan Gurita di Balik Sisa Emas Hitam Sungai Mahakam

Bongkar Tanah Editor: Redaksi 1 Bulan lalu Investigasi 287 views
LAPORAN INVESTIGASI: Nyawa, Keringat, dan Gurita di Balik Sisa Emas Hitam Sungai Mahakam

Waktu kerja mereka sangat memeras keringat. Satu tongkang membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari 8 jam dengan tenaga 4 hingga 5 orang. Jika mereka mulai membersihkan di pagi hari, material baru selesai dilangsir ke tempat penyimpanan menjelang larut malam. Sebaliknya, pengerjaan malam hari baru akan tuntas saat subuh menyingsing.
\"Pekerjaan ini tidak ada target harian. Kami hanya bekerja jika ada kapal tongkang yang masuk dan bisa dibersihkan,\" ungkap M.

M tidak sendiri. Sekitar 80% pekerja pembersih tongkang ini merupakan perantau asal Kabupaten Jeneponto, Makassar. Mayoritas dari mereka meninggalkan profesi lama sebagai petani atau nelayan di kampung halaman karena desakan ekonomi, dan memilih bertaruh nasib di kerasnya perairan Mahakam.

Nyawa Murah di Bawah Bayang-Bayang Ombak
Ketika ditanya mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), wajah M berubah muram. Pekerjaan yang disebutnya bersifat \"sukarela\" ini tak memiliki jaring pengaman apa pun.
Angka kecelakaan kerja sangat tinggi. Mulai dari terpeleset, patah tulang, hingga jatuh ke sungai dan hilang ditelan perairan. Celakanya, banyak pekerja dari pedalaman Jeneponto yang tidak pandai berenang.

Artikel Terkait