Iklan
Kembali

LAPORAN INVESTIGASI: Nyawa, Keringat, dan Gurita di Balik Sisa Emas Hitam Sungai Mahakam

Bongkar Tanah Editor: Redaksi 1 Bulan lalu Investigasi 286 views
LAPORAN INVESTIGASI: Nyawa, Keringat, dan Gurita di Balik Sisa Emas Hitam Sungai Mahakam

SAMARINDA, 14 April 2026 — Di balik megahnya laju kapal-kapal tongkang berkapasitas 7.500 metrik ton yang membelah Sungai Mahakam, tersimpan realitas kelam para pekerja di akar rumput. Di Kampung Bugis, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, denyut kehidupan para pengais sisa batubara berdetak di antara ancaman maut dan jerat birokrasi tak kasat mata.

Mereka adalah para pembersih lambung tongkang. Pekerja tanpa status yang menggantungkan hidup dari remah-remah raksasa energi. Salah satunya adalah “M” (inisial ) , pria asal Makassar yang telah melakoni pekerjaan ini sejak 2008. Lewat kesaksiannya, terungkap sebuah ekosistem ekonomi bawah tanah yang melibatkan taruhan nyawa, ketiadaan jaminan keselamatan, hingga mandeknya jalur logistik akibat tingginya \"biaya koordinasi\".

Bekerja Tanpa Upah, Hidup dari Remahan
Menjadi pembersih tongkang bukanlah pekerjaan bagi mereka yang bernyali ciut. Mustari dan kawan-kawannya mengincar tongkang berukuran 300 feet (kapasitas 7.500 Metrik Ton) yang baru saja selesai melakukan bongkar muat ke vessel besar.

Mereka sama sekali tidak dibayar oleh perusahaan tambang maupun pemilik kapal tugboat. Skema kerja mereka murni mengandalkan izin informal dari Kapten tugboat. Jika diizinkan, mereka akan membersihkan sisa-sisa batubara yang menempel di dinding luar maupun di dalam tongkang, mengumpulkannya, dan memindahkannya ke kapal klotok kecil milik mereka untuk dibawa ke tempat penampungan.

Artikel Terkait