DI BALIK PENCOPOTAN DADAN HINDAYANA:

Nanik S. Deyang: Mampukah Membawa Perubahan?
Sebagai pengganti Dadan, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN. (suara.com) Penunjukan dari internal lembaga menunjukkan bahwa Presiden tidak sedang mengubah arah program MBG. Yang diubah adalah kepemimpinan dan metode pelaksanaannya. Artinya, target besar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan.
Namun publik akan menuntut lebih dari sekadar pergantian nama. Yang ditunggu adalah perbaikan nyata:
§ Penguatan standar keamanan pangan.
§ Peningkatan kualitas pengawasan dapur MBG.
§ Pemerataan layanan ke daerah terpencil.
§ Transparansi penggunaan anggaran.
§ Pengukuran dampak program terhadap penurunan stunting.
Jika aspek-aspek tersebut tidak membaik, pergantian pimpinan hanya akan menjadi perubahan administratif tanpa dampak substantif.
Pesan Politik dari Prabowo
Pencopotan Dadan Hindayana kemungkinan juga memiliki makna politik yang lebih luas.
Presiden tampaknya ingin mengirim pesan kepada seluruh kabinet dan pimpinan lembaga bahwa program prioritas nasional harus menghasilkan dampak nyata. Tidak cukup hanya membangun struktur. Tidak cukup hanya menyerap anggaran. Yang dinilai adalah hasil.
Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden beberapa kali menegaskan bahwa pejabat yang tidak mampu mencapai target harus siap dievaluasi.Pergantian di BGN menjadi contoh paling nyata dari prinsip tersebut.
Pergantian Orang atau Pergantian Sistem?





