Iklan
Kembali

DI BALIK PENCOPOTAN DADAN HINDAYANA:

Bongkar Tanah Editor: 1 Hari lalu Opini 67 views
DI BALIK PENCOPOTAN DADAN HINDAYANA:

Namun di saat yang sama, sejumlah persoalan juga muncul. Beberapa insiden keamanan pangan sempat menjadi perhatian publik. Berbagai kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan program MBG memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pengawasan, standar operasional, dan kesiapan infrastruktur pelaksanaan program di lapangan.

Selain itu, distribusi layanan yang belum merata ke seluruh wilayah Indonesia masih menjadi tantangan besar. Wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) membutuhkan biaya logistik yang jauh lebih besar dibanding wilayah perkotaan. Artinya, keberhasilan program nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kemampuan manajemen untuk memastikan kualitas layanan tetap sama di seluruh Indonesia.

Mengapa Stunting Menjadi Ukuran Sebenarnya?

Di tengah berbagai perdebatan mengenai MBG, ada satu indikator yang pada akhirnya akan menentukan berhasil atau tidaknya BGN: stunting.!!

Program makan bergizi bukan tujuan akhir.

Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizi anak, meningkatkan kesehatan ibu hamil, dan menghasilkan generasi yang lebih sehat. Selama ini pemerintah menekankan bahwa stunting tidak dapat diselesaikan hanya dengan pemberian makanan. Masalah sanitasi, kemiskinan, akses layanan kesehatan, pendidikan keluarga, serta ketersediaan air bersih juga menjadi faktor penentu. Karena itu BGN sebenarnya memikul tugas yang jauh lebih besar daripada sekadar menyediakan makanan. BGN harus menjadi penghubung antara kebijakan pangan, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan manusia.

Nanik S. Deyang: Mampukah Membawa Perubahan?

Artikel Terkait