Iklan
Kembali

ANJAMA BATU: Menjual Napas demi Sisa Bara, Tanpa Jaring Pengaman

Bongkar Tanah Editor: 4 Minggu lalu Opini, Pojok Warta 203 views
ANJAMA BATU: Menjual Napas demi Sisa Bara, Tanpa Jaring Pengaman

Bagi sebagian warga samarinda, menjadi Pulung Baro adalah pilihan terakhir di tengah minimnya lapangan kerja formal. Namun bagi sebagian lainnya ini adalah pilihan strategis karena dianggap memiliki jam kerja yang fleksibel dan tidak diatur oleh kontrak formal yang mengikat.

Praktik Pungli dan Kontrol Wilayah

Ekosistem ekonomi di sepanjang sungai mahakam tidak pernah terlepas dari praktik-praktik diluar sistem hukum formal. Salah satu yang paling gamblang terlihat disini adalah praktik pungutan liar atau pungli. Tim investigasi mendapatkan bukti bahwa aktivitas tongkang yang melintas di Samarinda tidak berjalan tanpa Biaya tambahan dalam sebuah laporan Kompas.com yang terbit pada oktober 2025 disebutkan secara gamblang adanya praktik pungli yang melibatkan sekelompok orang yang membagi wilayah kerja mulai dari jembatan Mahakam hingga perbatasan kutai kartanegara. Tarif yang dipatok berdasarkan laporan yang sama, adalah Rp 200.000 per jam, ditambah tiga jerigen solar sebagai upetinya, ketika terjadi kecelakaan seperti tongkang menabrak rumah warga, perusahaan justru bersembunyi dibalik fakta bahwa mereka sudah membayar pungli.

Artikel Terkait