Iklan
Kembali

ANJAMA BATU: Menjual Napas demi Sisa Bara, Tanpa Jaring Pengaman

Bongkar Tanah Editor: 4 Minggu lalu Opini, Pojok Warta 202 views
ANJAMA BATU: Menjual Napas demi Sisa Bara, Tanpa Jaring Pengaman

Sebelum mendengar langsung dari mereka yang menjalani profesi ini, penting bagi kita memahami panggung tempat mereka bekerja. Samarinda bukan sekedar Ibu Kota provinsi Kalimantan Timur. Kota ini adalah jantung lalu lintas batu bara dari daerah – daerah penghasil tambang di pedalaman menuju pelabuhan – pelabuhan besar di pesisir, untuk selanjutnya diekspor ke berbagai negara. Hampir setiap hari, puluhan tongkang berkapasitas ribuan ton berseliweran di aliran sungai Mahakam yang melintasi kota ini. Setiap tongkang yang mengangkut batu bara tidak pernah sepenuhnya bersih ketika sampai di tujuan. Ada sisa – sisa muatan yang melekat di dinding lambung, di sela – sela palka, atau bagian bawa palka yang tidak terjangkau oleh alat berat. Disinilah peran para pekerja pembersih tongkang dimulai. Mereka inilah yang masuk ke dalam palka – palka gelap dan berdebu itu untuk mulung (memungut) sisa – sisa batubara, mengeruk bagian sudut yang tidak bisa dijangkau eskavator, dan menyisir dinding – dinding baja yang masih menyisakan material.

Artikel Terkait