Iklan
Kembali

Meningkatnya Kelaparan di Amerika Serikat: Krisis Kapitalisme Neoliberal dan Pelajaran bagi Indonesia

Bongkar Tanah Editor: 1 Bulan lalu Opini, Pojok Warta 204 views
Meningkatnya Kelaparan di Amerika Serikat: Krisis Kapitalisme Neoliberal dan Pelajaran bagi Indonesia

Sejak dekade 1980-an, kebijakan ekonomi AS semakin berorientasi pada neoliberalisme: deregulasi pasar, privatisasi, liberalisasi perdagangan, dan pengurangan peran negara dalam penyediaan layanan sosial.

Dalam teori neoliberal, pertumbuhan ekonomi akan menetes ke bawah(trickle-down effect) sehingga kemakmuran kelompok kaya pada akhirnya menguntungkan seluruh masyarakat. Namun kenyataannya, pertumbuhan ekonomi AS selama beberapa dekade justru diiringi oleh meningkatnya ketimpangan kekayaan.

Akibatnya, produktivitas tenaga kerja meningkat, tetapi sebagian besar keuntungan dinikmati oleh pemilik modal, investor, dan korporasi besar. Sementara itu, upah riil pekerja tumbuh jauh lebih lambat dibanding kenaikan biaya hidup.

Masalah utama bukanlah kekurangan pangan. Amerika Serikat menghasilkan surplus pangan yang sangat besar. Persoalannya adalah daya beli masyarakat. Dengan kata lain, krisis yang terjadi bukan krisis produksi, melainkan krisis distribusi.

Ketimpangan Kelas yang Semakin Tajam

Dalam perspektif ekonomi politik, meningkatnya kelaparan di AS dapat dipahami sebagai konsekuensi dari ketimpangan hubungan antara modal dan tenaga kerja.

Beberapa gejala yang muncul antara lain:

· Konsentrasi kekayaan pada kelompok miliarder dan korporasi besar.
· Menurunnya kekuatan serikat pekerja.
· Maraknya pekerjaan kontrak dan ekonomi gig (gig economy).
· Meningkatnya biaya pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
· Stagnasi upah pekerja.

Akibatnya, semakin banyak keluarga pekerja yang tetap miskin meskipun memiliki pekerjaan penuh waktu.

Artikel Terkait