Misteri Angka: Berapa Banyak Yayasan yang Terafiliasi dengan Korupsi BGN?

Sebelum kasus ini mencuat ke publik, Indonesia Corruption Watch (ICW) telah melakukan investigasi mendalam terhadap pola afiliasi yayasan MBG secara nasional. Temuan mereka pada Januari 2026 memberikan konteks penting untuk memahami skala potensial dari masalah tata kelola ini.
102 Yayasan di 38 Provinsi
ICW menginvestigasi 220 yayasan penyedia layanan MBG secara acak. Setelah diverifikasi melalui basis data Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, ICW berhasil mengidentifikasi 102 yayasan yang memiliki afiliasi politik dan kekuasaan, tersebar di 38 provinsi.

ICW juga menyoroti keterlibatan Yayasan Kemala Bhayangkari yang terafiliasi dengan tiga pucuk pimpinan Polri Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, serta mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri. Sementara itu, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa disebut melibatkan Jaksa Agung Muda Reda Manthovani serta Kepala Kejaksaan Negeri Bogor, Denny Achmad.
Tiga Yayasan dengan Mantan Koruptor
Yang lebih mengkhawatirkan, pada November 2025 ICW menemukan tiga yayasan mitra MBG yang terafiliasi dengan empat mantan narapidana korupsi:
1. Yayasan Lazuardi Kendari – terafiliasi dengan Nur Alam (mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, divonis 12 tahun penjara karena kasus perizinan tambang dan gratifikasi Rp40,2 miliar) dan Muhammad Zayat Kaimoeddin (kasus proyek peningkatan mutu SLTP di Dikbud Sultra 2003)





