Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Transaksi di Seluruh Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah: Ada yang Pakai Dolar, Laporkan Saya Hajar!

Penurunan Permintaan Valuta Asing: Kebijakan ini secara langsung membatasi penggunaan Dolar AS dan mata uang asing lainnya di dalam Negeri. Dengan berkurangnya kebutuhan untuk membeli valuta asing, tekanan pelemahan Rupiah dapat berkurang secara signifikan.
Mengapa ada pihak yang menginginkan Rupiah tetap Lemah ?
Meskipun kebijakan ini menguntungkan bagi stabilitas ekonomi nasional secara umum, ada kelompok atau oknum tertentu yang secara struktural justru diuntungkan oleh Rupiah melemah atau oleh penggunaan Dollar di Dalam negeri, berikut beberapa alasan nya ;
- Mitigasi Risiko Nilai tukar : Argumen klasik yang sering digunakan adalah untuk menghindari risiko fluktuasi kurs. Para pelaku usaha yang terbiasa menggunakan Dolar AS merasa bahwa bertransaksi dalam rupiah dapat membuat mereka menanggung kerugian jika nilai tukar bergerak tidak menguntungkan. Dari perspektif mereka, menggunakan Dollar AS dianggap lebih aman dan dapat diprediksi.
- Mengamankan Keuntungan bagi Eksportir : Pelemahan Rupiah memberikan keuntungan kompetitif bagi sektor Ekspor. Ketika Rupiah melemah terhadap Dolar, Produk Indonesia menjadi lebih murah di pasar Global, sehingga meningkatkan daya saing. Selain itu, ketika pendapatan dari Ekspor dalam Dolar AS dikonversi ke Rupiah, nilainya menjadi besar di dalam Negeri. Hal ini menciptakan insentif besar bagi kelompok Eksportir untuk mempertahankan dominasi Dolar.





