Iklan
Kembali

Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Transaksi di Seluruh Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah: Ada yang Pakai Dolar, Laporkan Saya Hajar!

Bongkar Tanah Editor: 1 Bulan lalu Opini, Pojok Warta 28 views
Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Transaksi di Seluruh Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah: Ada yang Pakai Dolar, Laporkan Saya Hajar!

Jakarta, 08 juni 2026– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan rupiah di sektor logistik maritim. Dalam kunjungan kerjanya ke Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (6 Juni 2026), Purbaya merespons keluhan pelaku usaha yang masih menemukan praktik penagihan menggunakan Dolar AS di kawasan pelabuhan

Secara peraturan harusnya rupiah. Ini kan Indonesia, alat transaksinya rupiah, tegas Purbaya saat meninjau fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) PT Graha Segara di Pelabuhan Tanjung Priok.

Purbaya Yudhi Sadewa : Kalau ada yang pakai dolar itu, laporin saya, nanti saya hajar/sikat dia.

Pernyataan ini langsung mendapat sambutan dari para petugas Bea Cukai dan wartawan yang mendampingi.

Siapa yang Menagih Pakai Dolar?

Hingga saat ini, belum ada nama perusahaan atau oknum spesifik yang disebutkan secara resmi oleh Kementerian Keuangan atau media. Purbaya dan jajaran hanya menyebutkan adanya laporan dari pelaku usaha serta praktik yang dilakukan oleh oknum atau pihak tertentu di kawasan pelabuhan yang masih memaksa pembayaran jasa pelabuhan dalam Dolar AS

Pemerintah menekankan bahwa praktik tersebut melanggar ketentuan karena seluruh transaksi domestik di wilayah Indonesia wajib menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. Purbaya memastikan bahwa di lokasi yang ia tinjau (PT Graha Segara), seluruh pembayaran sudah menggunakan Rupiah. Ia membuka pintu seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk melaporkan bukti penagihan dolar agar segera ditindak Konteks Kunjungan.

Kunjungan Purbaya juga ditujukan untuk memantau penanganan penumpukan kontainer yang sempat mencapai lebih dari 3.100 unit. Jumlah tersebut sudah berkurang menjadi sekitar 2.500 unit berkat percepatan operasional Bea Cukai dan penambahan personel. Pemerintah mendorong layanan 24 jam untuk mengembalikan kelancaran arus logistik nasional.

Pernyataan tegas Menteri Keuangan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik yang dapat melemahkan rupiah dan merugikan pelaku usaha dalam negeri.

Mekanisme Fundamental Penguatan Rupiah

Kewajiban penggunaan rupiah untuk semua transaksi domestik, seperti yang ditegaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, bekerja berdasarkan hukum dasar ekonomi. Semakin tinggi permintaan terhadap suatu mata uang, maka nilainya akan cenderung meningkat, dan sebaliknya

Peningkatan Permintaan Rupiah (Demand) dengan mewajibkan transaksi dalam rupiah, maka secara otomatis setiap transaksi ekonomi (pembayaran jasa, barang, logistik) akan menciptakan permintaan terhadap Rupiah. Ini adalah langkah fundamental untuk memperkuat mata uang dari sisi internal.

Penurunan Permintaan Valuta Asing: Kebijakan ini secara langsung membatasi penggunaan Dolar AS dan mata uang asing lainnya di dalam Negeri. Dengan berkurangnya kebutuhan untuk membeli valuta asing, tekanan pelemahan Rupiah dapat berkurang secara signifikan.

Mengapa ada pihak yang menginginkan Rupiah tetap Lemah ?

Meskipun kebijakan ini menguntungkan bagi stabilitas ekonomi nasional secara umum, ada kelompok atau oknum tertentu yang secara struktural justru diuntungkan oleh Rupiah melemah atau oleh penggunaan Dollar di Dalam negeri, berikut beberapa alasan nya ;

- Mitigasi Risiko Nilai tukar : Argumen klasik yang sering digunakan adalah untuk menghindari risiko fluktuasi kurs. Para pelaku usaha yang terbiasa menggunakan Dolar AS merasa bahwa bertransaksi dalam rupiah dapat membuat mereka menanggung kerugian jika nilai tukar bergerak tidak menguntungkan. Dari perspektif mereka, menggunakan Dollar AS dianggap lebih aman dan dapat diprediksi.

- Mengamankan Keuntungan bagi Eksportir : Pelemahan Rupiah memberikan keuntungan kompetitif bagi sektor Ekspor. Ketika Rupiah melemah terhadap Dolar, Produk Indonesia menjadi lebih murah di pasar Global, sehingga meningkatkan daya saing. Selain itu, ketika pendapatan dari Ekspor dalam Dolar AS dikonversi ke Rupiah, nilainya menjadi besar di dalam Negeri. Hal ini menciptakan insentif besar bagi kelompok Eksportir untuk mempertahankan dominasi Dolar.

- Memperkuat Dominasi di Sektor Logistik : Di Ranah bisnis dan pelabuhan, dominasi Dolar AS mungkin merasa bahwa peralihan ke Rupiah akan mengganggu model bisnis mereka yang sudah mapan.

Mengapa Stabilitas Rupiah Baik untuk Semua ?

Meskipun ada pihak yang diuntungkan oleh pelemahan Rupiah, Stabilitas mata uang adalah fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh Rakyat. Ketika Nilai rupiah stabil dan cenderung menguat, harga barang – barang impor, termasuk bahan baku industri dan komoditas menjadi lebih terkendali. Hal ini merupakan kunci utama untuk mengendalikan inflasi, yang pada akhirnya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Stabilitas Rupiah juga menciptakan lingkungan usaha yang pasti dan dapat diprediksi, yang pada Gilirannya menarik lebih banyak Investasi asing untuk menciptakan lapangan kerja. Kebijakan ini seperti sebuah pondasi. Dengan membangun fondasi permintaan Rupiah yang kokoh dari dalam negeri, kita secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap Dolar dan membangun sistem ekonomi yang lebih stabil, ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan perekonomian Indonesia.

Sumber: Berbagai media (detik.com, kumparan, IDXChannel, Suara.com, dan liputan langsung dari Pelabuhan Tanjung Priok per 6-7 Juni 2026).

Penulis : BTR – BongkarTanah.com

Artikel Terkait