Iklan
Kembali

Trade Misinvoicing dan Kebocoran SDA Nasional

Bongkar Tanah Editor: 17 Jam lalu Opini 111 views
Trade Misinvoicing dan Kebocoran SDA Nasional

Jakarta, 26 Mei 2026 - Indonesia adalah salah satu negara terkaya sumber daya alam di dunia. Batu bara, kelapa sawit, nikel, bauksit, hingga ferro alloy diekspor setiap tahun dalam nilai ratusan miliar dolar. Namun dibalik besarnya angka ekspor tersebut, negara justru menghadapi persoalan serius: kebocoran devisa dan rendahnya penerimaan negara dari sektor sumber daya alam (SDA).

Pemerintah menilai salah satu penyebab utama kebocoran itu adalah praktik trade misinvoicing atau manipulasi perdagangan internasional, terutama melalui skema under-invoicing. Dalam praktik ini, nilai ekspor yang dilaporkan lebih rendah dibanding harga transaksi sebenarnya di pasar global.

Sebagai contoh, komoditas batu bara atau CPO dijual dengan harga tinggi kepada pembeli luar negeri, tetapi invoice yang dilaporkan kepada otoritas Indonesia dibuat lebih rendah. Selisih keuntungan tersebut kemudian disimpan di luar negeri melalui rekening perusahaan afiliasi atau perusahaan cangkang (shell company). Akibatnya, negara kehilangan potensi pajak, royalti, hingga Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Selain under-invoicing, kebocoran juga terjadi melalui praktik transfer pricing. Perusahaan menjual Sumber daya Alam ke anak usaha atau afiliasinya di luar negeri dengan harga murah, lalu dijual kembali dengan harga pasar internasional. Skema ini membuat keuntungan besar tercatat di luar negeri, sementara penerimaan negara di Indonesia menjadi kecil.

123 SelengkapnyaHalaman 1 dari 3

Artikel Terkait