Prabowo Pecah Tradisi: Pidato Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR, Sinyal Kuat Arah Ekonomi Gotong Royong


Jakarta – Rabu, 20 Mei 2026. Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan kepemimpinan tegas dengan menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Rapat Paripurna DPR RI. Ini adalah kali pertama dalam sejarah seorang Presiden yang membacakan sendiri dokumen penting tersebut, bukan diwakilkan Menteri Keuangan.
Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, pidato ini menjadi momentum krusial menjelang penyusunan APBN 2027. Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan sekadar angka-angka, melainkan alat perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat, mewujudkan kedaulatan ekonomi, dan kesejahteraan sesuai amanah UUD 1945.

Asumsi Ekonomi Makro 2027 yang Diusung Pemerintah
- Pertumbuhan Ekonomi: 5,8% – 6,5% (dengan target jangka panjang menuju 8% di 2029).
- Inflasi: Dijaga rendah di kisaran 1,5% – 3,5%.
- Nilai Tukar Rupiah: Rp16.800 – Rp17.500 per USD.
- Suku Bunga SBN 10 Tahun*: 6,5% – 7,3%.
- Harga Minyak Mentah (ICP)*: US$70 – US$95 per barel.
- Lifting Minyak & Gas: Ditingkatkan sesuai target kedaulatan energi.
Target Pembangunan yang Inklusif
Pemerintah menargetkan penurunan signifikan angka kemiskinan hingga 6,0% – 6,5%, pengangguran terbuka di bawah 5%, serta perbaikan rasio Gini dan Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Ini menunjukkan komitmen kuat untuk pertumbuhan yang berkeadilan, bukan sekadar pertumbuhan semata.





