Iklan
Kembali

Kementan Awasi 139 Pabrik, Harga TBS Harus Naik!

Bongkar Tanah Editor: 1 Minggu lalu Opini, Pojok Warta 108 views
Kementan Awasi 139 Pabrik, Harga TBS Harus Naik!

Jakarta – Kabar baik bagi petani sawit di seluruh Indonesia. Kementerian Pertanian (Kementan) langsung gerak cepat setelah harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit turun drastis dalam beberapa waktu terakhir. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, memimpin rapat koordinasi khusus pada Selasa, 26 Mei 2026 di Jakarta. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan pabrik-pabrik kelapa sawit (PKS), asosiasi petani sawit, dan Satgas Pangan Polri.

Dalam rapat tersebut, Kementan secara tegas menyoroti 139 pabrik kelapa sawit yang diduga menurunkan harga TBS secara berlebihan dan tidak wajar. Beberapa pabrik bahkan menurunkan harga hingga sangat rendah, membuat petani rugi besar.

Harga TBS harus naik kembali. Kami tidak akan biarkan petani sawit menjadi korban. Semua pihak harus mendukung agar harga kembali stabil dan adil, tegas Wamentan Sudaryono.

Harga TBS Petani Anjlok di Banyak Daerah

Sebelumnya, harga TBS di tingkat petani sempat berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.700 per kilogram. Namun dalam waktu singkat, harga banyak turun menjadi Rp1.500 hingga Rp2.300 per kilogram. Bahkan di beberapa daerah, ada yang jatuh di bawah Rp2.000 per kg.

Daerah-daerah yang paling terdampak antara lain:
· Riau
· Sumatera Utara
· Sumatera Selatan
· Jambi
· Kalimantan Tengah
· Kalimantan Barat
· Kalimantan Timur

Harga serendah ini sudah mendekati atau bahkan di bawah biaya produksi petani (sekitar Rp2.000 per kg). Akibatnya, banyak petani sawit swadaya (petani mandiri) yang kesulitan. Pendapatan mereka turun tajam, padahal kebutuhan sehari-hari tetap ada — pupuk, upah panen, sekolah anak, dan biaya hidup keluarga.

Penyebab Turunnya Harga TBS

Menurut Kementan, penurunan harga ini terjadi setelah ada perubahan kebijakan ekspor sawit oleh pemerintah. Banyak pabrik menjadi khawatir dan langsung menurunkan harga pembelian TBS dari petani untuk mengamankan keuntungan mereka.

Padahal, petani bukanlah pihak yang seharusnya menanggung risiko kebijakan tersebut. Petani hanya ingin hasil kebun mereka dibeli dengan harga yang layak.

Langkah Kementan dan Pemerintah
Dalam rapat koordinasi tersebut, beberapa keputusan penting diambil:

1. Mengawasi 139 pabrik yang paling agresif menurunkan harga TBS.
2. Meminta semua pabrik segera menyesuaikan dan menaikkan kembali harga TBS sesuai dengan harga acuan resmi di masing-masing provinsi.
3. Melibatkan Satgas Pangan Polri untuk memantau pergerakan harga di lapangan agar tidak ada lagi penurunan harga yang tidak masuk akal.
4. Mendorong kerjasama yang lebih baik antara petani, pabrik, dan pemerintah.

Wamentan Sudaryono menyatakan bahwa semua peserta rapat sudah sepakat untuk mendukung kenaikan harga TBS. Pemerintah pusat juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan ini berjalan di lapangan.

Pesan Penting untuk Petani Sawit
Kepada seluruh petani sawit di Indonesia, Wamentan Sudaryono menyampaikan:

Petani sawit tetap tenang dan terus merawat kebun dengan baik. Pemerintah sedang bekerja keras agar harga TBS segera membaik. Laporkan segera ke Dinas Pertanian setempat atau ke Satgas Pangan jika ada pabrik yang masih membeli TBS dengan harga terlalu rendah.

Petani juga diimbau untuk tetap bersatu melalui kelompok tani atau asosiasi agar suara mereka lebih didengar.

Harapan ke Depan

Industri kelapa sawit adalah tulang punggung ekonomi banyak daerah di Indonesia. Jutaan keluarga petani bergantung pada hasil kebun sawit. Oleh karena itu, Kementan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan industri agar semua pihak bisa mendapatkan keuntungan yang adil.

Pemerintah berharap dalam waktu dekat harga TBS akan kembali stabil dan naik sesuai dengan harga pasar yang wajar. Petani sawit diharapkan bisa kembali tersenyum dan mendapatkan hasil yang pantas dari jerih payah mereka.

Ditulis: BTR BongkarTanah.com | 27 Mei 2026

Artikel Terkait