NEGARA DITANGKAP DARI DALAM: CATATAN ATAS 4 SKANDAL

Titik nadirnya ada di kasus batu bara. Ketika oknum di lembaga adigang adigung itu sendiri diduga bermain, maka kita bicara soal sesuatu yang lebih besar dari korupsi. Kita bicara soal penangkapan negara.
Ini bukan lagi maling ayam. Ini maling yang merancang sistem pengaman. Ini jaksa yang menegosiasikan perkara. Ini pengawas yang menyetir kasus.
Selama pola ini tidak diputus, maka jangan harap MBG akan sampai ke perut anak. Jangan harap hutan akan berhenti gundul. Jangan harap SDA akan dinikmati rakyat.
Karena setiap kebijakan bagus akan selalu dibegal di tengah jalan oleh jaringan yang sama.
Resep Pahit: 3T + 1B
Obatnya tidak perlu dicari jauh-jauh. Obatnya ada di keberanian melakukan hal dasar. Saya sebut: 3T + 1B.
TERBUKA.
Berhenti main belakang. Tiru Bareskrim. Setiap kasus besar wajib konferensi pers dengan data. Kerugian negara berapa. Alur uang ke mana. Siapa yang diuntungkan. Publik bukan anak kecil yang bisa dibodohi dengan istilah masih dalam proses.
TUNTAS.
Jangan beri tumbal. Kejar sampai ke otak. Kejar sampai ke aset. Gunakan pasal TPPU untuk menyita semua yang dibeli dari hasil jarahan. Kalau izin sudah dicabut, segel. Kalau perusahaan masih bandel, pidanakan direksinya. Hukum harus menggigit.
TERPISAH.
Bentuk tim khusus. Di dalamnya harus ada orang luar: KPK, PPATK, akademisi, jurnalis investigasi. Tugasnya satu: mengawasi para pengawas. Agar tidak ada lagi permainan di ruang tertutup.
BERANI.
Ini yang paling langka. Berani melawan konglomerat. Berani melawan pejabat. Berani bilang tidak pada telepon dari orang kuat. Tanpa keberanian, 3T di atas hanya jadi pajangan.





