Iklan
Kembali

BOM WAKTU BUMN MELEDAK! Aset Negara Anjlok Rp100 Triliun dalam Hitungan Bulan, Danantara Bongkar Bobroknya Warisan Lama.

Bongkar Tanah Editor: 3 Hari lalu Opini, Pojok Warta 208 views
BOM WAKTU BUMN MELEDAK! Aset Negara Anjlok Rp100 Triliun dalam Hitungan Bulan, Danantara Bongkar Bobroknya Warisan Lama.

Jakarta, 23 Mei 2026 Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) baru berusia sekitar 14 bulan, namun sudah mengungkap fakta pahit: penurunan nilai aset (impairment) BUMN mencapai hampir Rp100 triliun hanya dalam tahun 2026 ini saja.

Angka ini disebut langsung oleh COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, sebagai dampak langsung dari salah kelola dan lemahnya tata kelola selama bertahun-tahun.

Sejarah Lahirnya Danantara

Danantara lahir dari ambisi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mereformasi pengelolaan BUMN yang selama ini dinilai terlalu birokratis dan kurang profesional.

-Awal Mula: Gagasan ini sudah muncul sejak masa kampanye Prabowo-Gibran. Danantara merupakan hasil penggabungan fungsi Indonesia Investment Authority (INA) dengan kekuasaan pengelolaan BUMN yang sebelumnya berada di bawah Kementerian BUMN.

-Dasar Hukum: Diresmikan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 (Perubahan Ketiga atas UU No.19/2003 tentang BUMN) yang disahkan DPR pada 4 Februari 2025.

-Peluncuran Resmi: 24 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo di Istana Negara. Nama Daya Anagata Nusantara dipilih langsung oleh Prabowo (Daya = kekuatan/energi, Anagata = masa depan, Nusantara = Indonesia).

- Struktur: Berfungsi sebagai Super Holding BUMN dengan dua pilar utama:
o Danantara Asset Management (holding operasional)
o Danantara Investment Management (holding investasi)

Tujuannya mulia: Mengonsolidasikan aset BUMN yang mencapai Rp14.000–16.000 triliun, membersihkan tata kelola, dan menjadikan BUMN sebagai mesin pertumbuhan ekonomi seperti Temasek (Singapura) atau Khazanah (Malaysia).

Realita Pahit Setelah 1 Tahun Lebih

Alih-alih langsung menuai hasil gemilang, Danantara justru menemukan LUKA yang sangat dalam saat melakukan pembersihan buku keuangan menjelang publikasi laporan keuangan konsolidasi pertengahan 2026.

Impairment Rp100 triliun ini bukan berarti uang hilang secara fisik, melainkan pengakuan resmi atas penurunan nilai aset yang selama ini dibesar-besarkan atau tidak direalisasikan dengan benar (overvalued assets). Banyak proyek ambisius era sebelumnya ternyata bermasalah: studi kelayakan lemah, pembengkakan biaya, korupsi, dan manajemen buruk.

Selain itu, Danantara juga mengungkap potensi risiko dana pensiun BUMN mencapai Rp 50 triliun.

Mengapa Bisa Terjadi?

Danantara sendiri menyebut akar masalahnya adalah:
- Tata kelola yang lemah
- Keputusan bisnis yang tidak prudent
- Banyak BUMN yang rugi (sekitar 52% dari total entitas)
- Struktur yang terlalu gemuk dan tumpang tindih

Sekarang Danantara sedang melakukan operasi besar-besaran: perampingan BUMN dari lebih dari 1.000 entitas menjadi target sekitar 250–300, likuidasi perusahaan sakit, dan restrukturisasi mendalam. Danantara lahir dengan harapan menjadi PENYELAMAT BUMN, tapi justru menjadi membongkar borok yang selama ini tertutup. Impairment Rp100 triliun adalah harga mahal dari PEMBERSIHAN yang terlambat.

Apakah ini akan menjadi titik balik menuju BUMN yang lebih sehat dan profesional, atau hanya akan menjadi tambahan beban negara? Waktu yang akan menjawab.

Oleh: Redaksi BongkarTanah.com | 23 Mei 2026

Artikel Terkait